CONTOH GAMBAR CACING
a.       Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut Pada Manusia)
Cacing Dewasa Hidup Pada Usus Halus Manusia Dengan Panjang 20-40 Cm, Dan Diameter 0,5 Cm. Telur Cacing Yang Keluar Bersama Feses Akan Masuk Ke Saluran Pencernaan. Manusia Melalui Makanan Yang Tidak Higienis. Selanjutnya, Telur Berkembang Menjadi Larva Yang Menembus Dindme Usus Dan Mengikuti Peredaran Darah Manusia Sampai E Paru-Paru, Trakea (Tenggorokan), Faring (Kerongkongaat, Dan Kembali Ke Usus Hingga Dewasa, Kemudian Menetaskan Telur 200.000/Hari
Cacing Betina Berukuran Lebih Besar Dibandingkan Cacing Jantan. Dalam Keadaan Hidup, Tubuhnya Berwarna Putih Seperti Susu Dengan Kutikula Transparan Bergaris-Garis. Pada Hewan Jantan, Dekat Lubang Anal Terdapat Tonjolan Yang Disebut Penial Setae Untuk Melakukan Perkawinan. Pada Cacing Betina Lubang Kelamin Terletak Di 1/3 Panjang Tubuh Dari Ujung Anteriornya. Cacing Betina Lebih Lurus, Sedangkan Cacing Jantan Melengkung.

b.      CACING TAMBANG
Cacing tambang tergolong dalam kelompok Nemathelminthes (cacing gilig) berdasarkan lapisan embryonal yang membentuk tubuhnya tergolong organisme Triploblastik Pseudocoelomata (triploblastik yang berongga semu ) sistem pencernaan sudah ada diawali dari mulut dan berakhir di anus .












c.       (Wuchereria bancrofti)
Cacing filaria membutuhkan inang pembawa (vektor) berupa beberapa jenis nyamuk dari anggota genus Culex, Anopheles, Aedes, Mansonia, dan Coquillettidia. Contoh vektor tersebut antara lain Culex quinquefasciatus, Anopheles bancroftii, Aedes aegypti, dll. Wuchereria bancrofti ini menyebabkan penyakit filariasis, atau yang biasa dikenal dengan penyakit kaki gajah.










d.      Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Cacing kremi dapat menimbulkan penyakit enterobiasis pada manusia yang ditandai dengan rasa gatal di daerah anus. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang paling sering dijumpai di negara berkembang melalui tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi telur Enterobius vermicularis.