BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Bidang
psikologi yang merupakan ilmu yang mempelajari mengenai proses prilaku dan jiwa
seseorang memiliki pengaruh terhadap berbagai bidang, salah satunya adalah
pendidikan. Psikologi pendidikan yang khusus mempelajari seluk beluk kegiatan
pembelajaran dan individu memiliki pembahasan yang sangat luas. Dalam
pembahasan kami adalah pendekatan pemrosesan informasi. Pemrosesan membahas
tentang pengaplikasian antara pendekatan behaviorisme dan kognitif. Pendekatan
pemrosesan informasi ini sangat berpengaruh bagi siswa maupun guru dalam proses
pembelajaaran, karena dengan menggunakan pendekatan ini guru dapat mengetahui
kemampuan siswanya sejauh mana dan seperti apa cara mendidik siswa sesuai
kemampuannya.
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa definisi pendekatan pemrosesan informasi?
2.
Apa definisi perhatian?
3.
Bagaimana proses mengingat ?
4.
Bagaimana definisi metakognitif?
5. Apa definisi dari keahlian ?
1.3. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk memahami pendekatan pemrosesan informasi sesuai apa
yang telah dibahas berupa sifat
pendekatan pemrosesan informasi, perhatian, ingatan, keahlian, dan metakognisi dalam
ilmu psikologi pendidikan, dan diharapkan kedepannya untuk mempermudah cara
mendidik siswa sesuai kemampuan yang dimilikinya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. SIFAT PENDEKATAN
PEMPROSESAN INFORMASI
a. informasi,
ingatan, dan berpikir
pedekatan
pemprosesan informasi menekankan bahwa anak anak memanipulasi informasi,
memonitori dan berstrategi tentang hal tersebut. Pusat untuk pendekatan ini
adalah proses memori dan berpikir. Menurut pendekatan pemprosesan informasi,
anak- anak mengembangkan kapasitas meningkat secara bertahap untuk pengolahan
informasi, yang memungkinkan mereka untuk memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang semakin kompleks.
Istilah psikologi kognitif menjadi
label untuk pendekatan yang berusaha untuk mejelaskan perilaku dengan memeriksa
proses mental. Meskipun sejumlah faktor mendorong pertumbuhan psikologi
kognitif, tidak ada yang lebih penting dari pada perkembangan komputer,
komputer dapat memberi tahu kita sesuatu mengenai cara berpikir manusia
bekerja. Psikologi kognitif sering menarik analogi tenyang komputer untuk
membantu menjelaskan hubungan antara pikiran dan otak. Otak fisik dibanding
dengan perangkat keras komputer, dengan perangkat lunaknya. Meskipun komputer
dan piranti lunaknya bukan analogi yang sempurna untuk otak dan kegitan
berfikir, namun, perbandingan berkontribusi akan pemikiran kita tentang pikiran
anak sebagai suatu sistem pemprosesan informasi aktif.
b.
sumber Kognitif: kapsitas dan Kecepatan Pengolahan Informasi
ketika
anak- anak tumbuh dan dewasa, dan ketika mereka mengalami dunia, kemampuan
pengolahan informasimereka meningkat. Dipengaruhi oleh kenaikan bersamaan pada
kapasitas dan kecepatan pemprosesan. Kedua
krakteristik
kapasitas dan kecepatan ini sering disebut sebagai sumber daya kognitif dan
memiliki pengaruh penting pada memori dan pemecahan masalah. Ketika anak- anak
tumbuh dan matang, perkembangan biologis penting terjadi danlam struktur otak,
seperti pertumbuhan dalam lobus prontal, da pada ti gkat neoron, seperti
berkembangnya dan pemangkasaan koneksi antara neuron yang menghasilkan koneksi
yang lebih sedikit, namun lebih kuat, meilinasi ( proses yang mencakup akson
dengan selubung meilin) meningkatkan kecepatan implus listrik diotak, meilinasi
akan berlanjut setidaknya sampai masa remaja.
Kebanyakan psikolog mengolah
informasi berpendapat bahwa peningkatan kapasitas sama seperti menihgkatkan
kecepatan penglahan informasi. Minsalnya, seiring peningkatan kapasitas
pengolahan infromasi anak, kemungkinan besar mereka dapat menyimpan dalam
pikiran beberapa dimensi dari topik atau masalah secara bersamaan., sedangkan
anak- anak muda lebih rentan untuk fokus hanya pada satu dimensi. Re,aja dapat
mendiskusikan bagaimana pngalaman bervariasi dari para bapak pendiri bangsa
dipengaruhi deklarasi kemrdekaan dan k0onstitusi. Kontroversi muncul mengenai
apakah kecepatan pemprosesan adalah karena pengalaman atau pemantangan
bilologis. Pengalaman jelas memainkan peran penting . pikiran severapa cepat
anda dapat memproses jawaban untuk masalah aritmatika sederhana sebagai seorang
emaja dari pada sebagai seorang anak. Juga berikir tentang berapa banyak anda
dapat lebih cepat memproses informasi dalam bahasa asli Anda dari pada dalam
bahsa kedua. Peran kematangan biologis mungkin melibatkan meilinasi.
c. Mekanisme Perubahan
Menurut
Robert Siegler (1998), tiga mekanisme bekerja sama untuk menciptakan perubahan
dalam ketrampilan kongitif anak: pengodean, otomatis, dan konstruksi strategi.
Pengodean
adalah proses dimana informasi akan disimpan dalam memori. Perubahan dalam
keterampilan kognitif anak –anak tergantung pada peningkatan pengodena
informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
Otomatis
mengacu pada kemampuan untuk memproses informasi dengan sedikit usaha atau
tidak. Praktik anak- anak untuk mengodekan peningkatan jumlah informasi secara
otomatis. Sebagai contoh, sekali anak- anak belajar membaca dengan baik, mereka
tidak berpikir tentang setiap huruf dalam kata sebagai huruf, melainkan mereka
mengodekan seluruh kata.
Pengembangkan
Strategi adalah penciptaan presedur baru untuk memproses informasi.
Minsalnya, kegiatan membaca yang dilakukan anak –anak menguntungkan ketika
mereka mengembangkan strategi berhenti secara periodik untuk memeriksa apa yang
telah mereka baca sejauh ini.
Metakognisi
yang berati “ mengetahui tentang mengetahi” . salah satu contoh tentang
kognisi adalah apa yang anak- anak tahu tentang cara terbaik untuk mengingat
apa yang telah mereka baca. Apakah mereka tahu bahwa mereka akan mengingat
dengan lebih baik tentang apa yang mereka baca jika mereka dapat
menghubungkannya dengan kehidupan mereka sendiri dalam beberapa cara.
Tingkat
pemprosesan faktor lain yang mempengaruhi memori adalah apakah kita
terlibat dalam informasi tersebut secara dangkal atau mendalam. Fergus Craik
dan Robert Lockhard (1972) pertama kali
menyebut bahwa pengodean dapat dipengaruhi oleh tingkat pemprosesan . istilah
tingkat pemprosesan merujuk pada kontinum ( rangkaian) dari dangkal, menengah
hingga dalam. Tingkat pemprosesan yang dangkal diproses dengan ciri fisik dan
persepsi analisi, contohnya adalah garis, sudut, dan kontur yang membentuk
penampilan fisik objek seperti mobil. Tingkat pemprosesan menengah prosesnya
stimulis dikenal dan diberika label, contohnya objek tersebut ditandai dengan
sebuah mobil. Tingkat pemprosesan dalam proses yang dijalani adalah
karakteristik semantik, bermakna, dan simbol digunakan, contonya asosiasi yang
terkait dengan mobil dimasukkan kedalam fikiran anda.
2.2. Perhatian
Perhatian
adalah pemusatan sumber daya mental. Perhatian meningkat proses kognitif untuk
banyak tugas, dari memukul basbol, membaca buku, atau menambahkan nomor. Pada
suatu waktu , meskipun anak- anak seperti orang dewasa dapat memperhatikan
jumlah informasi yang terbatas. Mereka telah mengakolasikan perhatian mereka
denagn cara yang berbeda.
Perhatian
selektif berpokus pada aspek tertentu dari pengalam yang reelevan dan
mengabaikan orang lain yang tidak relevan. Berfokus pada satu diantara banyak
suara dalam satu ruangan yang penuh sesak atau restoran yang bising adalah
contoh perhatian selekti.
Perhatian
terbagi konsentrasi apada lebih dari apada satu aktivitas sekaligus. Jika
anda mendengar musik saat anda membaca anda sedang terlibat dalam perhatian
terbagi.
Perhatian
yang berkelanjutan adalah kemampuan untuk mempertahankan perhatian selama
jangka waktu tertentu . perhatian terus menerus juga disebut kewaspadaan. Tetap
fokus membaca dari awal sam[ai akhir tanpa gangguan adalah contoh dari perhatian
terus menerus.
Perhatian eksekutif mencakup
pelaksaan tindakan, mengalokasikan perhatian pada tujuan, deteksi kesalahan
dalam kompensasi, memantau kemajuan pada tugas- tugas dan berurusan dengan
kondisi yang baru atau sulit. Contoh perhatian eksekutif adalah secara efektif
menyebarkan perhatian untuk secara efektif terlibat dalam tugas- tugas kognitif
saat menulis makalah 10 halam dalam pelajaran sejarah.
2.3. Ingatan
Ingatan
adalah penyimpanan informasi dari waktu kewaktu. Psikologi pendidikan mempelajari
nagaimana informasi awalnya ditempatkan atau dikodekan kedalam memori,
bagaimana dipertahankan atau disimpan setelah dikodekan, dan bagimana hal
tersebut detemukan atau diambil untuk tujuan tertentu lainnya. Saat psikologi
pendidikan menekankan bahwa penting untuk melihat ingatan tidak dalam hal
bagaimana anak anak menambahkan sesuatu keingatan mereka, melainkan bagaiamana
mereka aktif membangun ingatan mereka.
Seperti yang anda pelajari
sebelumnya pengodean adalah proses dimana informasi masuk ke memori,
penyimpanan adalah menjaga informasi dari waktu kewaktu, dan pengambilan
berarti penjemput informasi dari penyimpanan. Sekarang mari kita eksplorasi
masing- masing tiga kegiatan penting dalam memori lebih rinci lagi.
a. Pengodean
memfokuskan
perhatian apakah dengan inspeksi visual, manipulasi fisik, atau menggunakan
kata- kata , melihat berbagai peristiwa dengan demikian dapat menngkatkan
penggodean. Selain perhatian, yang baru saja kita bicarakan pengodean terdiri
dari sejumlah proses: latihan, pengolahan mendalam, elaborasi, gambar
konstryuksi, dan organisasi.
1.
latihan proses latihan adalah pengulangan sadar informasi dari waktu
kewaktu untuk meningkatkan panjang waktu yang tetap dalam memori
2. pengolahan Mendalam tingkat
teori pemprosesan mengatakan bahwa peprosesan ingin terjadi dikontinum dari
dangkal sampai dalam, dengan pengolahn yang lebih dalam dapat memproduksi yang
lebih baik.
3.
elaborasi psikognitif segera mengakui, bagaimanapun, bahwa terdapat lebih
banyak pengodean yang baik dari sekedar kedalam pengolahan. Mereka menemukan
bahwa manfaat memori dari penggunaaan elaborasi yang mengacu pada banyaknya
informasi, dalam proses penggodean.
4.
membingkah adalah strategi pengorganisasian memori yang menguntungkan yang
melibatkan pengelompokan atau kesamaan
informasi keunit lebih tinggi yang dapat dikenang sebagai unit tunggal.
b. Penyimpanan
·
Memori
Sensorik memori sensorik menyimpan informasi dari
dunia dalam bentuk sensorik asli hanya untuk sekejap, tidak lebih lama dari
waktu yang digunakan untuk memberi sensasi visual, auditor, dan lainnya kepada
siswa.siswa memiliki memori sensorik untuk suara hingga beberapa detik, seperti
untuk suara yang singkat. Namun, memori sensorik gambar visual terjadi hanya
berlangsung selama sekitar seperempat detik. Karena informasi sensorik hanya
berlangsung selama sesaat, tugas penting bagi siswa adalah untuk memperhatiakn
informasi sensorik yang penting untuk beljar dengan cepat, sebelum memudar.
·
Memori
jangka pendek adalah sisitrm memori dengan
kapasitas yang terbatas dimana informasi disimpan hanya selama lebih kurang 30
detik, kecuali jika dilatih atau diolah lebih lanjut, dalam hal ini dapat
dipertahankan lebih lama lagi.
Terkait
dengan memori jangka pendek, psikolog Inggris alan Baddeley mengusulkan bahwa
memori kerja adalah sistem tiga bagian yang menyimpan informasi semetara ketika
seorang melakukan tugas- tugas semajam “ meja kerja mental” yang memungkinkan
individu memanipulasi, fan membangun informasi ketika mereka membuat keputusan,
memecahkan maslah, dan memahami bahasa lisan dan tertulis.
·
Memori
jangka panjang adalah jenis memori yang menyimpan
sejumlah besar informasi untuk jangka waktu yang panjang secara relatif
permanen.
·
Model
dari Tiga penyimpanan Memori konsep tiga tahap
memori yang telah dijelaskan dikembangkan oleh Richard Atkinson dan Richard
Shiffrin (1968). Menurut model Atkinson- Shiffrin yaitu model memori yang
melibatkan urutan tiga tahap yaitu memori sensorik, memori jangka panjang, dan
memori jangka pendek.
·
Memori
Deklaratif dan memori non deklaratif sub- tipe memori
jangka panjang dari memori deklaratif adalah
ingatan sadar informasi, seperti fakta fakta atau peristiwa tertentu yang dapat
dikomunikasikan secara verbal. memori
non deklaratif adalah pengetahuan prosedural dalam bentuk keterampilan dan
operasi kognitif . memori ini tidak dapat diingat secara sadar, setidaknya
dalam bentuk peristiwa atau fakta tertentu.
·
Memori
episodik dan semantik memori episodik adalah
retensi informasi tentang dimana dan kapan kejadian hidup. Sedangkan memori semantik adalah pengetahuan
umum siswa tentang dunia. Memori ini meliputi:
ü Pengetahuan
seperti yang dipelajari di sekolah (seperti pengetahuan geometri)
ü Pengetahuan
dalam berbagai keahlian (seperti pengetahuan catur)
ü Pengetahuan
“setiap hari” tentang makna kata kata, orang orang tekenal, tempat- tempat
penting, dan hal- hal umun ( seperti arti kata partinesius atau siapa nelson
mandela)
·
Menggambarkan
informasi dalam memori
ü Teori jaringan menjelaskan
bagaimana informasi dalam memori diatur dan terhubung. Teori ini menekankan
simpul dalam jaringan memori yang berdiri untuk label atau konsep.
ü Teori skema teori
didasarkan pada premis bahwa kita membangun informasi, kita menyatukannya
dengan informasi yang sudah ada dalam pikiran kita
ü Teori jejak kabur teori
yang menyatakan bahwa ketika individu mengodekan informasi maka diciptakan dua
jenis representasi memori: (1) jejak memori yang verbatim (2) jejak kabur atau
inti yang merupakan ide sentral dari informasi.
c. Pengambilan dan
Melupakan
·
pengambilan
ketika kita mengambil sesuatu dari pikiran kita,
kita akan mencari penyimpanan memori kita untuk menemukan informasi yang
relevan. Sama seperti dengan pengodean, pencarian ini dapat otomatis atau dapat
memerlukan usaha. Prinsip kekhususan
pengodean bahwa asosiasi yang terbentuk pada saat pengodean atau pembelajaran
cenderung isyarat pengambilan efektif.
·
Melupakan
melupakan isyarat bergantung adalah kegagalan
pengambilan yang disebabkan oleh kurangnya petunjuk pengambilan yang
efektif. Prinsip melupakan isyarat
bergantung ini konsisten dengan teori gangguan yang menyatakan bahwa kita lupa
bukan karena kita benar- benar kehilangan memori dari penyimpanan
melainkan karena informasi lain
menghalangi apa yang kita coba ingat.
2.4. Keahlian
Mempelajari
perilaku dan proses berpikir dari ahli dapat memberi kita wawasan tentang
bagaimana membimbing siswa menjadi peserta didik yang lebih efektif :
·
Mendeteksi fitur dan
pola yang bermakna informasi
·
Mengumpulkan lebih
banyak konten pengetahuan dan mengaturnya dengan cara yang menunjukkan
pemahaman tentang topik
·
Mengambil aspek penting
pengetahuan dengan sedikit berusaha
·
Beradaptasi dengan
situasi yang baru
·
Menggunakan strategi
yang efektif
a. mendapat keahlian satu
perspektif adalah bahwa jenis praktik tertentu atau praktik yang disengaja diperlukan untuk menjadi seorang ahli.
Praktik yang disengaja adalah pada tingkat kesulitan yang sesuai bagi individu,
memberi umpan balik korektif, dan memungkinkan kesempatan untuk pengulangan.
Praktik yang luas membutuhkan motivasi yang cukup. Siswa yang tidak termotivasi
untuk berlatih berjam –jam tidak mungkin untuk tidak mungki menjadi ahli dalam
bidang tertentu. Dengan demikian, seorang siswa yang mengeluh karena terlalu
banyak memiliki pekerjaan , tidak bertahan, dan tidak ekstebsif untuk berlatih
memecahkan masalah matematika selama beberapa tahun tidak akan menjadi ahli
dalam matematika.
b. Keahlian dan
mengajar
·
Pengetahuaan mengenai
isi pedagogi
Beberapa
pendidik telah membedakan antara isi pengetahuan yang diperlukan untuk keahlian
dan pengetahuan isi pedagogi yang diperlukan untuk secara efektif
mengajarkannya. Pengetahuan mengenai isi pedagogi termasuk ide tentang
kesulitan umum yang dimiliki siswa ketika mereka mencoba untuk mempelajari
monten area, jalur tipikal siswa yang harus diambil untuk memahami area, dan
strategi untuk mengatasi kesulitan yang mereka alami.
·
Teknologi, keahlian,
dan pengajaran
Richard
mayer (2008,2009) telah menyajikan sejumlah gagasan dan telah melakukan
penelitian tentang cara- cara untuk menggabungkan keahlian dan teknologi di
dalam kelas. Dalam teori kognitif tentang pembelajaran multimedia, mayer (2009)
menyoroti sebagi berikut:
ü Terdapat
dua saluran terpisah (auditorium dan visual) untuk memproses informasi yang
kadang – kadang disebut teori pengodean ganda
ü Setiap
saluran memiliki keterbatasan kapasitas, mirip dengan konsep beban kognitif
ü Belajar
adalah proses penyaringan aktif, memilih, mengatur, dan mengintegrasikan
informasi berdasarkan pengetahuan sebelumnya
2.5. Metakognisi
Metakognisi
membantu anak- anak untuk melakukan banyak tugas akademik yang lebih efektif.
Keterampilan metakognisi juga telah diajarakan siswa untuk membantu mereka
memecahkan masalah
a. perubahan
perkembangan
masa kanak- kanak banyak
penelitian telah berfokus pada metamemori anak- anak, atau pengetahua tentang
cara memori bekerja. Dalam beberapa dekade trakhir , telah ada minat yang luas
dalam teori anak- anak tentang bagaimana pikiran manusia bekerja.
Metamemori dalam
usia 5 atau 6 tahun anak- anak tahu biasanaya bahwa item yang familier mudah
untuk dipelajari dari item- item asing, dimana daftar pendek lebih mudah dari
pada yang panjang, pengakuan lebih mudah dari pada mengingat dan menjadi lebih
mudah melupakan sesuatu. Dengan cara lian, bagaimana pun metamemori anak- anak
adalah terbatas. Mereka tidak mengerti abahwa item terkait lebih mudah diingat
dariapada yang tidak berhubungan atau mengngat inti cerita lebih mudah dari
pada mengingat informasi verbatim.
Aspek
lain dari keahlian metamemori melibatkan pemonitoran kognitif. Didalam
pemonitoran , individu mencari alur, dan jika diperlukan akan menyetel kembali
latihan berpikir yang tengah berlangsung . pemonitoran diri adalah proses bawah
keatas yang menjaga alur pemahaman saat ini, melibatkan perbaikan kemampuan
untuk memprediksi performa memori secara akurat.
Teori Pikiran teori
pikiran anak berubah seiring mereka berkembang melalui masa kanak- kanak .
perubahan utama terjadi pada usia 2-3 tahun, 4-5 tahun, tengah dan akhir masa
kank- kanak , serta remaja.
·
Usia 2- 3 tahun. Dalam
waktu tersebut, anak- anak mulai memahami tiga keadaan mantal: (1) persepsi (2)
emosi (3) keinginan. Persepsi: anak menyadari bahwa orang laian melihat apa
yang ada didepan matanya sendiri dan belum tentu apa yang ada didepan mata
anak. Emosi: anak dapat membedakan anatar emosi positif dan negatif. Hasrat:
anak memahami bahwa jika seseorang mengingat sesuatu, ia akan mencoba untuk
mendapatkannya.
·
Usia 4 sampai 5 tahun.
Anak- anak datang untuk memahami bahwa pemikiran dapat mewakili objek atau
peristiwa secara akurat atau tidak akurat. Kesadaran bahwa orang dapat memiliki
keyakinan palsu, keyakinan yang tidak benar berkembang dimayoritas anak- anak
pada saat mereka berusia 5 tahun.
·
Pertengahan dan akhir
masa kanak- kanak. Melampaui usia dini anak –anak memilki apresiasi mendalam
terhadap pikiran itu sendiri, bukan hanya pemahaman tentang keadaan mental.
Tidak sampai pertengan dan akhir masa anak- anak dimna mereka melihat pikiran
sebagai konstruktor aktif pengetahuan
atau pusat pengolahan. Ditengah dan akhir masa kanak- kanak, anak- anak
bergerak dari pemahaman bahwa keyakinan dapat bersifat palsu.
·
Remaja. Perubah penting
dalam kognisi juga terjadi selam masa remaja. Dibandingkan dengan anak- anak
remaja memiliki peningkatan kapasitas untuk memonitor dan mengelola sumber daya
kognitif untuk secara efektif memenuhi tuntutan tugas belajar. Peningkatan kemampuan
metakognitif ini hasil dalam fungsi kognitif belajar yang lebih efektif. Pada
usia 12-14 tahun, remaja muda semkain banyak menggunakan keteramPilan
metakognitif, dan mereka menggunakan dengan lebih efektif, dalam matenatika dan
sejarah kelas.
b. Model Pemprosesan
Informasi yang Baik
ü Anak-
anak diajarkan orang tua atau guru untuk menggunakan strategi tertentu. Dengan
latihan, mereka beljar tentang karakteristik dan keuntungan untuk belajar
penegtahuan khusu. Rumah dan sekolah anak- anak yang lebih intelektual
merangsang strategi yang akan mereka hadapi dan pelajari penggunanya.
ü Guru
dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dalam beberapa strategi dalam domain
tertentu seperti matematika, yang memotivasi siswa untuk melihat fitur berbagai
stategi yang berbeda. Hal ini menybabkan pengetahuan relasional yang lebih
baik.
ü Pada
titik ini, mengakaui keunggulan umum menggunakan startegi yang menghasilkan
pengehtauan strategi umum. Mereka beljar untuk hasil beljar yang sukses untuk
usaha yang mereka buat dalam memngevaluasi, memilih dan menatau pengguanaan
strategi (pengetahuan dan aktivitas metakognitif)
c. strategi dan
regulasi metakognitif
kunci
pendidikan adalah untuk membantu siswa belajar startegi yang kaya dan soslusi
dari setiap masalahnya. Pemikiran yang baik secara rutin menggunakan strategi
dan perencaaan yang efektif untuk memecahkan masalahnya. Pemikiran yang baik
juga tahu kapan dan dimna harus menggunakan startegi ( metakognitf pengetahuan
mengenai startegi). Memahami kapan dan dimana harus menggunakan strategi sering
kali adalah hasil dari pemantauan pelajar dari situasi belajar. Ketika sisiwa
diberika instruksi mengenai strategi yang efektif, mereka sering dapat
menerapakan strategi yang mereka sebelumnya belum pernah gunakan sendiri.
Mereka menekankan bahwa siswa
mengmabil manfaat ketika guru memperagakan strategi yang tepat dan secara
tebuka memberi tahu langka- langkahnya. Kemudian, siswa harus berlatih strategi
dipandu dan didukung oleh umpan balik guru sampai mereka dapat menggunakannya
sendiri. Ketika mengajarkan siswa tentang pengguanaan strategi, juga merupak
ide yang baik untuk menjelaskan pada mereka bagaimana pengguanaan strategi
tersebut akan menguntungkan bagi mereka. Namun, ada beberapa keterbatasan
pengembangan pendektan ini. Minsalnya, anak- anak sering kali tidak dapat
menggunakan citra pikiran secara kompoten.
Budaya, pengalaman dan tuntutan
lingkungan juga mempengaruhi penggunaan strategi peningkatan memori. Contoh,
anak- anak dibarat pada umumnya lebih banyak bersekolah formah ketimbang anak-
anak non-barat. Akibatnya mereka diberikan lebih banyak praktik menggunakan
strategi untuk mengulang informasi yang terisolir. Sebaliknya, anak- anak yang
bersekolah formal lebih banyak memiliki kesempatan untuk menjadi ahli dalam
menggunakan sterategi peningkatan memori yang mengandalakan lokasi yang spesial
dan penyusunan objek- objek.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Dari uraian
diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1. Pendekatan
pemrosesan informasi memekankan bahwa anak memanipulasi
informasi,memonitrnya,dan menyusun strategi untuk informasi. Inti dari
pendekatan ini adalah proses memori dan berfikir .
2. Memori
adalah retensi informasi sepanjang waktu dan melibatkan penyendian,penyimpannan
dan pengambilan.
3. Menjadi pakar keahlian biasanya
membutuhkan latihan,motivasi, dan bakat.
4. Metakognisi melibatkan pengetahuan
metakognitif dan aktivitas metakognitif.
5. Pembelajaran
adalah perubahan permanen dalam prilaku,pengetahuan,dan keterampilan kognitif
yang terjadi melalui pengalaman . pengalaman adala guru utama.
6. Strategi
untuk mengurangi prilaku yang tidak diinginkan antara lain :menggunakan
penguatan diferensial,menghentikan penguatan,menjauhi stimuli yang diharapkan,
dan menyajikan stimuli yang tidak diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Santrock. J. W. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: salemba
Humanika
King Laura A. (2016). Psikologi Umum Sebuah Pandangan Umum.
Jakarta:Salemba Humanika

0 Comments