BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Internet ialah jaringan
global antar komputer untuk berkomunikasi darisatu lokasi ke lokasi lainnya di
belahan dunia (seperti sekolah, universitas,institusi riset, museum, bank,
perusahaan bisnis, perorangan, stasiun TVataupun radio). Internet berfungsi
sebagai aspek komunikasi, penyediainformasi, dan fasilitas untuk
promosi.Internet dapat menghubungkan kitadengan berbagai pihak di berbagai
lokasi di seluruh dunia.. Misalnya kita bisakirim data atau surat dengan
berbagai pihak diseluruh dunia denganmenggunakan fasilitas Electronic
mail
(E-mail).Selain fasilitas Electronicmail internet juga
menyediakan fasilitas untuk ngobrol yang dalam internetdisebut chatting .
Kemampuan internet lainnya adalah Usenet, yaitu forumyang disediakan bagi
pengguna internet untuk berbagi informasi dan pemikiran mengenai suatu
topik melalui bulettin elektronik. Denganmenggunakan forum ini, pengguna dapat
mengirim pesan mengenai topik bersangkutan dan menerima tanggapan
dari pihak lain. Internet terhubungdengan ratusan katalog perpustakaan,
sehingga penggunaannya dapat menelitiribuan data base yang terbuka untuk umum
melalui jaringan tersebut yangdisediakan oleh perusahaan, pemerintah ataupun
niralaba. Pengguna internetdapat mempergunakan informasi ini untuk berbagai
keperluan. Beberapametode atau alat untuk mengakses komputer dan mencari file
yang dapatditerapkan melalui internet adalah gopher, archie , dan wide
area information servers.
Dalam dunia bisnis
internet digunakan sebagai alat penghubung yang praktis untuk komunikasi
antara perusahaan dengan pelanggan, tanpa harusmemikirkan waktu dan lokasi.
Sekarang ini banyak situs – situs yangmelakukan penjualan barang dan jasa lewat
internet, dan tentunya kita kalauingin membeli harus memakai kartu kredit, jadi
transaksi itu terjadi lewatinternet.Internet, kata yang tidak asing di telinga
setiap orang, terutama pararemaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia
yang berteknologi,mewah, dan praktis.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa saja yang termasuk Dampak Negatif Internet Bagi Remaja ?
2.
Apa saja yang termasuk Dampak Negatif Internet Bagi Remaja ?
3.
Bagaimana cara mengatasi Dampak Negatif Internet Bagi Remaja ?
1.2 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apa-apa saja yang termasuk Dampak Negatif Internet Bagi Remaja
2. Untuk mengetahui apa-apa saja yang
termasuk Dampak Negatif Internet Bagi Remaja
3. Untuk mengetahui bagaimana cara
mengatasi Dampak Negatif Internet Bagi Remaja
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Pengertian Internet
Internet adalah istilah yang merupakan kependekan dari kata interconnected networking. Secara umum, internet
merupakan jaringan komputer global yang menghubungkan jutaan komputer di
seluruh dunia (Juharis Rasul, 2008). Sedangkan menurut Alwi (1998), internet
adalah jaringan komputer yang sangat besar, terdiri dari jutaan perangkat komputer yang
terhubung sebagai pertukaran informasi diantara pemakai komputer.
2.2.
Sejarah
& Perkembangan Internet
Sejarah Internet di mulai pada 1969 ketika departemen kesehatan Amerika, U.S. Devence Advanced Research Projects
Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya
menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.
Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan
satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah
jaringan. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan setahun yang
lalu untuk ARPANET. Program e-mail
ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, Icon
@ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada” (Mujiyanto).
Pada tahun 1982 dibentuk transmission
control protocol atau TPC dan internet
protokol atau IP yang kita kenal semua. Untuk meragamkan alam dijaringan komputer yang ada, pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang
kini dikenal dengan DNS atau Domain Name
System. Komputer yang tersambung dengan
jaringan yang ada sudah lebih dari 1000 komputer. Pada tahun 1988, Jarko
Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Pada Tahun 1992, Tim Berners Lee menemukan program editor dan
browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya,
yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut WWW, atau Worl Wide Web.
Dewasa ini kemajuan teknologi internet telah merambah ke segala bidang
kehidupan, mulai dari bidang bisnis, hiburan, budaya dan bahkan pendidikan.
Kita semakin dipermudah dengan adanya teknologi yang satu ini. sejak
perkembangan pertamanya, Internet telah merubah tatanan dan budaya hampir sebagian
manusia diberbagai penjuru dunia. Meninggalkan segala pekerjaan yang bersifat
manual dan mulai beralih kepada dunia digital (internet).
2.3 Alasan menggunakan Internet Bagi Remaja
Secara umum, layanan internet dapat digunakan
1.
Sebagai alat
komunikasi antar individu maupun kelompok baik dalam melakukan diskusi,
sharing, dan mengirim naskah.
2.
sebagai alat mengakses informasi seperti teknologi, ekonomi, sosial budaya,
pendidikan, ilmu agama dan batsul matsail.
3.
sebagai alat pendidikan/pembelajaran jarak jauh yaitu informan melakukan
kegiatan mengirim tugas kuliah, berdiskusi, dan atau sekedar membaca informasi
yang diinginkan dengan memanfaatkan fasilitas WWW, FTP, Mailing List, Cathing,
dan E-mail.
4.
sebagai sarana hiburan dan hobi dalam ini informan
memanfaatkan fasilitas game server atau memperbaharui game yang dimilikinya,
membuka beberapa klip lagu dan mencari kenalan antar sesama pengguna yang
sedang online di internet (Luthfi 2007).
2.4 Manfaat Internet Bagi Remaja
1.
Manfaat Umum
Berdasarkan survey di Amerika Serikat membuktikan jika
berselancar di dunia maya, bermain game online, dan bermain situs jejaring
sosial justru baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang
disponsori MacArthur Foundation selama tiga tahun berhasil membuktikan internet
baik bagi perkembangan remaja. Proyek yang dilakukan selama tiga tahun itu
melibatkan 800 remaja dan orang tua untuk mengetahui peningkatan kemampuan
teknologi remaja. Hal ini juga mematahkan anggapan para orangtua yang
menyatakan bermain internet hanya
membuang waktu saja.
2.
Manfaat Internet bagi Pendidikan
Internet merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita
menambah wawasan, berkomunikasi, dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu
bahan yang mungkin sulit dicari secara nyata. melalui akses dunia maya internet
ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari
informasi yang sangat kita butuhkan. Dalam dunia pendidikan internet dapat
membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta
sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjauhan tempat tinggalnya.
2.5 Pengaruh Internet Terhadap Remaja
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan
perkembangan teknologi infomasi yang berlangsung pada dunia luar ikut mendapat dampak
dari hal tersebut berdasarkan data yang kami peroleh. Di kota- kota
besar setidaknya telah ada lebih dari 10 warnet yang berlokasi di sekitar kota
dan telah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS namun
sebagian dari mereka memiliki warung internet.
Pada dasarnya sudah banyak remaja yang menggunakan handphone dengan layanan
GPRS, sehingga mereka dapat mengakses internet melalui handphone mereka
kapanpun mereka inginkan. Dalam kondisi ini kami telah mencoba melihat
lingkungan sekolah maupun masyarakat, ternyata mereka mengakui adanya teknologi
seperti ini sangat menyenangkan bagi mereka. Karena mereka dapat mengakses
internet dimanapun mereka mau. Namun kami sadari, adanya pelanggaran remaja (pelajar)
terhadap peraturan sekolah untuk tidak mengaktifkan handphone selama kegiatan
belajar mengajar berlangsung karena ketertarikan yang telah menggerogoti
mereka. Para remaja mengakui seringnya lupa waktu, karena hal itu pada beberapa
remaja yang lain mengakui warung internet adalah tempat yang lebih menyenangkan
dan lebih menarik untuk mengakses internet.
Alasan yang teman-teman kami kemukakan relatif sama, biaya yang mereka keluarkan akan terasa lebih
ringan dari pada harus menggunakan handphone yang menghabiskan pulsa, selain
itu layanan di warnet, lebih baik karena mereka dapat mengakses data lebih luas
dan lebih leluasa, mereka mengungkapkan bukan sekedar leluasa dalam hal
pengaksesan. Namun juga dengan leluasa dapat keluar rumah memilih warung
internet yang mereka sukai. Bahkan secara leluasa memilih teman selama
mengakses internet. Karena hal itulah kami berpendapat remaja di kota-kota
besar mulai mengalami sikap modernisasi, di satu sisi mereka menginginkan
kebebasan, namun di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang mengiringi kebebasan itu.
Mereka mengaku lebih tertarik mengakses internet di luar rumah karena tidak
akan mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidiki dari orang tua mereka. Seperti, untuk apa kamu mengakses situs itu? Apa kegunaannya bagi kamu? dan
berbagai pendapat orang tua yang mereka rasa perintah.
Pada dasarnya setiap remaja mengaku merasa kekhawatiran namun mereka menyatakan tidak terpengaruh dalam
hal intensitas mereka mengakses internet, mereka tetap mengakses internet
seperti kebiasaan mereka entah itu 1 minggu 3 kali, 1 minggu 5 kali, setiap
hari, atau yang hanya memanfaatkan waktu luang saja, yang berbeda hanyalah
kewaspadaan mereka dalam
hal mengungkapkan kalimat di internet ataupun tindakan – tindakan lainnya.
Pastinya mereka mengaku lebih berhati – hati. Ternyata dalam hal ini ada
responden kami yang pernah mengalami konflik karena situs pertemanan facebook,
dia mengaku pernah mempunyai masalah dengan teman facebooknya, namun untungnya
hal itu tidak berkepanjangan, dikarenakan ketika masalah itu mulai muncul, dia
langsung mencoba membicarakannya secara baik – baik kepada pihak yang
bersangkutan di dunia nyata, hal ini menunjukkan tidak selamanya internet
menimbulkan konflik, namun di sisi lain internet juga dapat memberikan
pendewasaan sikap remaja yang sedang mengalami masa transisi dalam menghadapi
masalah, bagaimana mereka meredam emosi ketika mendapati sebuah masalah di internet,
memikirkan secara baik solusi terhadap masalah tersebut, hingga menemui orang
yang bersangkutan untuk memecahkan masalah bersama, hal ini tentu menggambarkan
proses yang sangat baik akan terjadi pada remaja, sekalipun hal tersebut masih
tergantung pada sikap tempraman yang ada pada individu remaja tersebut.
Pada umumnya perubahan yang mereka rasakan adalah mereka lebih tahu tentang
informasi terbaru sehingga dapat menambah pengetahuan mereka, dalam
menyelesaikan tugas lebih mudah. Dan mereka merasakan hidup lebih menyenangkan
dengan internet, ada pula yang mengungkapkan beberapa responden mengaku lebih
suka membaca informasi dari internet dari pada harus membaca buku, berbagai
perubahan yang terjadi diakibatkan perkembangan internet tersebut tentunya
tidak lepas dari perubahan pada hubungan mereka pada orang tuannya, diantara
perubahan yang terjadi dan dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja
adalah puberitas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang
meningkat, dan pergaulan menuju kebebasan. Biasanya konflik yang terjadi antara
remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang kerumah yang jarang
menimbulkan dilema utama.
Ternyata tindakan orang tua terhadap perilaku perubahan anak mempengaruhi
intensitas perubahan mereka. Karena beberapa remaja juga mengeluhkan cara –
cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap – sikap orang tua
yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Akhir – akhir ini
banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak – anak mereka,
terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering
dihadapkan pada dilema – dilema moral, sehingga remaja merasa bingung terhadap
keputusan – keputusan moral yang harus diambilnya, walaupun di dalam keluarga
mereka sudah ditanamkan nilai – nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata
nilai – nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai – nilai yang dihadapi
bersama teman – temannya maupun dilingkungan yang berbeda. Pengawasan terhadap
tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan
remaja sudah sangat luas, sehingga pengasahan terhadap hati nurani sebagai
pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting, agar remaja bisa
mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan
segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
2.6 Dampak Positif Penggunaan Internet Bagi Remaja
1.
Internet sebagai media komunikasi, merupakan
fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet
dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.
Media pertukaran data, dengan menggunakan email,
newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna
internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan
murah.
3.
Media untuk mencari informasi atau data,
perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber
informasi yang penting dan akurat.
4.
Kemudahan memperoleh informasi yang ada di
internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan,
dan lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga
tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
2.7 Bagi Remaja
Menurut Chaerah Nur (2013), dampak
negatif dari penggunaan internet sebagai berikut :
1.
Cybercrime
Adalah kejahatan yang dilakukan
seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat melintasi batas
negara, perbuatan dilakukan secara illegal, kerugian sangat besar, sulit
pembuktian secara hukum.
2.
Hacking
Usaha memasuki sebuah jaringan
dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan system jaringan.
3.
Cracking
Usaha memasuki secara illegal
sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang
disimpan pada jaringan tersebut.
4.
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa
internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan
penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografipun merajalela. Untuk
mengantisipasi hal ini, para produsen “browser” melengkapi program mereka
dengan kemampuan untuk memilih jenis homepage yang dapat diakses. Di internet
terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan
dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
5.
Violence And Gore
Kekejaman dan kesadisan juga
banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi padadunia internet tidak
terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat
“menjual” situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat
tabu.
6.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di
bidang manapun. Internetpun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik
adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang didapatkan
pada penyedia informasi tersebut.
7.
Carding
Karena sifatnya yang “real time” (langsung), cara belanja
dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam
dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan
dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi
adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online dan mencatat kode kartu
yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan
untuk kepentingan kejahatan mereka.
8. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya
perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke
tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs
seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak
persetujuan dari pengunjungnya.
Berdasarkan
beberapa point-point perilaku dan dampaknya maka khususnya jika di dalam
lingkungan keluarga dan sekolah diharapkan penggunaan internet dapat lebih
bijak, walaupun tidak semua individu-individu dapat melakukannya.
2.8. Upaya Penencegahan Dampak Negatif Internet Terhadap Remaja
Menurut Hawari Dadang (2010),
memberikan petunjuk berinternet bagi anak dan remaja, dan dapat dilakukan di
lingkungan :
1.
Keluarga, yaitu:
a)
Beritahukan kepada anak dan remaja tentang dampak positif dan negatif internet.
b)
Usahakan untuk menyediakan internet di rumah dan meletakkan computer yang mudah
dilihat dengan memblokir terlebih dahulu situs-situs yang dianggap tidak layak
untuk anak remaja, sehingga mudah diawasi ketika sedang berinternet.
c)
Awasi perubahan sikap dan perilaku anak dan remaja, serta bangun komunikasi
yang tepat sehingga anak dan remaja tidak takut berbagi pengalamannya
berinternet dengan orang tua.
d)
Beritahukan situs-situs seru yang cocok dengan usianya, sehingga anak dan
remaja tidak mencari sendiri situs-situs yang masuk dalam situs orang dewasa.
e)
Jangan biarkan anak dan remaja berselancar di dunia maya berjam-jam, dengan
membatasi penggunaan internet anak dan remaja diarahkan untuk berinternet
dengan hal-hal yang positif.
2.
Sekolah, yaitu:
a)
Guru memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai dampak positif dan
negative dari media internet.
b)
Sekolah dalam menyediakan layanan internet di sekolah berupa wireless atau
hotspot hendaknya diblokir dahulu situs-situs yang tidak layak dilihat anak dan
remaja.
c)
Guru dalam memberikan tugas-tugas dari internet disesuaikan dengan kemampuan
siswa dengan mengarahkan pembelajaran melalui e-Learning, e-mail, thinkquest.
d)
Guru turut aktif dalam jejaring sosial facebook, twitter dan lain-lain tiada
lain untuk mengawasi anak didik dalam bergaul di internet.
3.
Masyarakat dan Pemerintah: Aparat pemerintah, ulama dan tokoh masyarakat
memegang peranan penting agar anak-anak dan remaja tidak berperilaku yang
menunjukkan gejala kenakalan pada remaja yang disebabkan oleh penggunaan media
internet. Baik aparat kepolisian maupun pemerintah wajib melindungi
masyarakatnya terutama kaum remaja, misalnya dengan:
a)
Ketegasan dan kejelasan dalam pemberlakuan peraturan perundangan tentang
penggunaan media Informasi dan Komunikasi, misalnya UU No. 11 tahun 2008
tentang Informasi Transaksi Elektronik
b)
Menutup situs-situs pornografi baik di dalam maupun di luar negeri.
c)
Izin operasional warnet dibatasi (tidak buka 24 jam).
d)
Setiap warnet harus menjadi anggota
Asosiasi Warnet Indonesia yang pasti
mempunyai Software anti pornografi yang bernama DNS Nawala.
e)
Pengawasan dari masyarakat terhadap keberadaan warnet yang dianggap
menyalahgunakan warnet.
f)
Razia secara berkala dari aparat keamanan terhadap warnet.
2.9 Contoh Penggunaan Internet pada Kehidupan sehari-hari
Bagi Remaja
1.
Pelajar dan mahasiswa yang
hanya mengerjakan tugas kuliah, daftar ulang dan mencari informasi – informasi
beasiswa, serta berita-berita terkini, mereka umumnya hanya menghabiskan waktu
menggunakan internet sekitar 2-3 jam sehari.
2.
Pelajar dan mahasiswa yang mengerjakan tugas
kuliah, dll, dan melakukan komunikasi menggunakan media komunikasi (chatting)
YM , facebook, blog, dll umumnya menghabiskan waktu menggunakan internet sekita
2-4 jam sehari.
3.
Pelajar dan mahasiswa yang hanya bermain game
online , facebook, dll umumnya menghabiskan waktu sekitar 10-24 jam sehari,
walaupun itu menghabiskan seluruh waktunya tanpa sekolah dan kuliah.
4.
Pelajar dan mahasiswa yang suka mengumpulkan
informasi-informasi teknologi, comic-comic jepang dan menonton anime-anime
terbaru, umumnya mereka menghabiskan waktu sekitar 1-4 jam sehari.
5.
Pelajar dan mahasiswa yang mengakses situs-situs
porno, umumnya mereka menghabiskan waktu paling lama 1 jam sehari.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Intensitas dan kualitas program yang diakses melalui internet mempengaruhi
sikap remaja kota-kota besar terhadap perkembangan internet. Remaja yang lebih sering menggunakan internet, tentu akan lebih mengetahui
program – program yang dimiliki internet secara intens, hal tersebut
menyebabkan mereka lebih mengetahui betapa banyaknya kesenangan yang mereka
dapatkan dari internet, sehingga mereka akan selalu mengikuti perkembangan
internet. Seperti menambah teman dari internet dan berkomunikasi secara intens
dengan komunitasnya. Yang menyebabkan mereka tidak pernah luput dari online di
internet, pada awalnya mereka merasakan kecanduan hingga responden kami mengaku
lupa waktu saat menggunakan internet. Mereka merasa waktu berjalan begitu cepat
hingga tanpa mereka sadari telah melewatkan waktu berjam – jam di dunia maya
(internet). Bahkan, sering kali lupa pada tugas yang harus mereka kerjakan di
dunia nyata, di sini terlihat bahwa mereka sangat antusias terhadap
perkembangan internet.
Di sisi lain remaja yang tidak terlalu sering menggunakan internet, mereka
hanya mengakses internet di sisi kebutuhan mareka saja, seperti untuk keperluan
tugas ataupun sekedar bertukar e-mail, beberapa responden kami menyatakan tidak
ingin terlalu tergantung dengan internet. Sehingga memutasi pengaksesannya dan
hanya memanfaatkan untuk keperluan yang sekiranya penting bagi mereka. Karena
hal tersebut mereka cenderung tidak terlalu tertarik dengan perkembangan internet
yang ada.
Di negara kita tercinta ini sudah mulai banyak
sekolah-sekolah yangmemanfaatkan internet sebagai sarana penting dalam kegiatan
pembelajaran. Banyak manfaat yang mereka peroleh
dari internet, terutama dalam proseskomunikasi dan penggalian informasi, namun
tidak sedikit yangmenyalahgunakan penggunaan internet itu..
3.2 Saran
Internet ini
adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh
siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya
kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai
sarana untuk Kriminalitas atau Asusila.
Namun demikian
tidak semua remaja melakukan hal yang demikian, hanya segelintir remaja yang
usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggung jawab
terhadap diri pribadi dan seluruh kewajibannya. Seperti sekolah dan belajar
dengan giat, namun pada ada baiknya internet digunakan oleh para remaja untuk
mencari ilmu atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi
pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan para remaja
menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu
pengetahuan dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk diam didepan meja dan
mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus
berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja
adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya
Sebaiknya para remaja dapat memanfaatkan media internet secaramaksimal
dalam peningkatan kualitas diri sekaligus peningkatan sumber dayamanusia
seutuhnya sebagai generasi penerus bangsa. Sebaliknya jangansekali-kali
menyalahgunakan penggunaan internet yang dapat merusak moral remaja
sehingga kita dapat meneruskan cita-cita proklamasi bangsa Indonesiayang telah
dikumandangkan pertama kali oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA
Alwi Shahab. 2000. Internet
Bagi Profesi Kedokteran. Jakarta (ID): EGC.
Chaenah Nur. 2013. Perkembangan
Peserta Didik. Makassar (ID): Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar.
Febriani F.C. 2013. Pengaruh Internet Terhadap Kehidupan
Remaja. [Internet]: Diunduh pada 2016 Mei 20. http://firdacahya.blogspot.co.id/
Hawari Dadang. 2010. Al-Qur’an
Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa.
Yogyakarta (ID): PT. Dana Bhakti Primayasa.
Juharis Rasul. 2008. Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Jakarta (ID): Quadra.
Komalasari dkk. 2011. Asesmen
Teknik Non Tes Perspektif BK Komprehensif. Jakarta (ID): PT. Indeks.
Luthfi Ahmad. 2007. Studi
Tentang Pemanfaatan Internet Bagi Pengguna di Kantor Arsip dan Perpustakaan
Kabupaten Sumenep Jawa Timur [Skripsi]. Yogyakarta (ID): Program Studi Ilmu
Perpustakaan Jurusan IPI Fakultas Adab. UIN Sunan Kalijaga.

0 Comments