PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di dalam setiap kehidupan, selalu mengalami siklus dalam kehidupannya atau dapat dikatakan sebagai daur sirkulus dalam proses kelangsungkan hidupnya. Salah satunya kehidupan ikan juga mengalami daur hidup, dalam kehidupan populasi ikan, dan dalam ekosistemnya. Ikan kehidupannya dimulai dari pertemuan sperma dan sel telur, maka membentuk zigote kemudian terbentuk embrio yang pada waktunya  akan menetas menjadi larva dan selanjutnya menjadi juvenile, dan kemudian menjadi anak ikan dan akhirnya menjadi ikan yang dewasa yang mana ikan ini siap untuk melakukan pemijahan begitulah seterusnya hinga terulang kembali dari semula.
Mortalitas dapat didefinisikan sebagai jumlah individu yang hilang selama satu interval waktu (Ricker 1975). Dalam Perikanan umunya dibedakan atas dua kelompok yaitu mortalitas alami (M) dan mortalitas penangkapan (F). Mortalitas alami adalah mortalitas yang disebabkan oleh faktor selain penangkapan seperti kanibalisme, predasi, stress pada waktu pemijahan, kelaparan dan umur yang tua. Spesies yang sama biasanya mempunyai kemampuan yang berbeda-beda ini tergantung pada kepadatan predator dan competitor yang mempengaruhinya. Mortalitas alami yang tinggi didapatkan pada organisme yang memiliki nilai koefisien Iaju pertumbuhan yang besar dan sebaliknya. Mortalitas alami yang rendah akan didapatkan pada organisme yang memiliki nilai Iaju koefesien pertumbuhan yang kecil (Sparre et al. 1999). Sedangkan mortalitas akibat penangkapan adalah kemungkinan ikan mati karena penangkapan selama periode waktu tertentu, dimana semua faktor penyebab kematian berpengaruh terhadap populasi.
Effendie (1997) mendefenisikan bahwa mortalitas penangkapan disebabkan kecepatan eksploitasi suatu stok karena kegiatan manusia (penangkapan) selama periode waktu tertentu, dimana semua faktor penyebab kematian berpengaruh terhadap populasi. Sedangkan pengharapan kematian tahunan penyebab alamiah adalah peluang dimana seekor ikan mati oleh proses alamiah selama periode waktu yang diamati (Aziz, 1989). Kematian alami merupakan parameter yang tidak dapat dikontrol dan diamati secara langsung, maka yang perlu dikontrol adalah dua (2) besaran yang berhubungan secara langsung dengan mortalitas penangkapan.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan larva misalnya dalam faktor fisika air yang meliputi kekeruhan air, arus, begitu juga dengan kimia air misalnya kualitas air dan begitu juga dengan faktor biologi dan fisiologi ikan itu sediri, hal ini biasanya menyangkut dengan populasi dan ekosistem serta habitat ikan dalam lingkungannya.
Masa larva ikan merupakan masa yang paling keritis, karena pada masa individu ikan berbentuk lartava individu ikan ini menghadapi mortalitas mulai dari larva, faktor mortalitas ini bisa saja karena disebabkan oleh karena faktor dari dalam maupun dari luyar individu larva ikan itu sendiri. Faktor dari dalam misalnya mengenai organ tubuhnya apabila organ tubuh dan pelengkapnya individu ikan sangat baik maka akan berpeluang untuk hidup, sedangkan faktor dari luar ialah terdapat pada faktor lingkungan dan habitat dari ikan tersebut, misalnya faktor kuantitas dan kualitas makanan, suhu, atau fisika air, dan kimia air yang selalu memberikan tantangan bagi larva ikan setiap saatnya.
Kematian ikan di perairan umum selain kematian secara alami kini kematian individu ikan itu sebagian besar disebabkan adanya penangkapan terutama pada spesies ikan yang bernilai ekonomi tinggi, pencemaran yang diakibatkan oleh adanya limbah industri, pertambangan, pertanian, pemangsaan oleh predator dari hewan-hewan vertebrata dan avertebrata, serangan hama dan penyakit serta pengaruh gejala alam seperti elnino dan gelombang tsunami.
Usaha pembudidayaan ikan banyak yang mengalami kematian ikan karena faktor-faktor diatas sehingga memicu petani ikan untuk mencari tahu cara mengatasinya.

2. Rumusan Masalah
a)      Apa sajakah ciri-ciri serta gejala yang timbul pada permukaan tubuh benih ikan nila sebelum mati?
b)      Bagaimana pergerakan benih  ikan nila sebelum mati dan menjelang kematiannya?

3.Tujuan Praktikum 
      Praktikum ini bertujuan untuk mengamatimortalitas pada ikan larva ikan nila,dan apa gima pergerakannya jika terkena deterjen didalam perairan,sehingga kita dapat mengatahui mortalitas ikan pada larva ikan nila tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
                                                                                                        
1.      Klasifikasi ikan Nila(Oreochromis niloticus)
       Menurut Dr. Trewavas (1982) klasifikasi lengkap Ikan Nila adalah sebagi berikut :
            Fillum              : chordate                   
            Sub Fillum       : vertebrata                 
Kelas               : detoichtyas              
Sub Kelas        : achanthoptarigi        
Ordo                : parcomorphi                                                             
Sub Ordo        : parchokka
Family             : cichlidan
Genus             : oreochromis
Spesies           : niloticus sp

                          



Gambar 1. morfologi larva ikan nila.



2.      Morfologi Nila (Oreochromis niloticus)
           Menurut Pratama (2009), ikan nila mempunyai nilai bentuk tubuh yang pipih kea rah vertical (kompres) dengan profil empat persegi panjang kea rah anteroposterior, posisi mulut terletak di ujung/termal.
            Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis yang vertical dan pada sirip punggungnya garis terlihat condong lekuknya. Ciri ikan nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip, ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal/ ekor yang berbentuk membulat warna merah dan biasa digunakan  sebagai indikasi kematangan gonad (Pratama, 2009).
            Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipe scenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari darsal yang keras, begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap awal dibagian belakang sirip dada (abdormal) (Pratama, 2009).

3.      Habitat ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan Nila atau Oreochromis niloticus termasuk jenis hewan vertebrata yang seluruh badannya bersisik dan mempunyai gurat sisi. Ikan Nila termasuk dalam filum Chordata yang berarti bertulang belakang atau kerangka tubuh (Dwisang, 2008).
Ikan Nila merupakan salah satub jenis ikan yang dapat dibudidayakan di kolam dan memiliki nilai ekonomis yang cukup penting. Potensi Ikan Niloa sebagai Ikian Budidaya cukup besar, karena memiliki kelebihan, yaitu :
Ø  Mudah berkembang biak di lingkungan budidaya
Ø  Dapat menerima makanan yang beragam
Ø  Toleransi terhadap kadar garam/salinitas tinggi
Ø  Pertumbuhannya Cepat

Habitat lingkngan Ikan Nila, yaitu : danau, Sungai, Waduk, Rawa, Sawah, dan perairan lainnya. Selain itu Ikan nila mampu hidup pada perairan payau, misalnya tambak dengan salinitas maksimal 29% oleh karena itu masyarakat yang berada di daerah sekitar pantai dapat membudidayakannya khusus kegiatan pembesaran Ikan Nila (Santoso,1996).

METODELOGI
1.        Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 29 Maret 2016 pada pukul 14.00 WIB sampai selesai  yang bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan Lantai I Ruang Asam, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh Kabupaten Aceh Utara.

2.        Alat dan Bahan
a.      Alat                  
Alat-alat yang digunakan dalam melaksanakan praktikum. Ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Kegunaan alat pada saat praktikum
No
Alat
Kegunaan
1.
Penggaris
Untuk alat pengukuran
2.
Tisu dan serbet
Sebagai alat pembersih
3.
akuarim
Sebagai wadah meletakkan benih
4.
Alat tulis
Sebagai alat mencatat
5.
Kamera
Untuk menganbil dokumentasi
6.
Saringan
Untuk mengambil biota
7.
Gelas ukur
Untuk mengukur deterjen yang digunakan
8.
stopwatch
Untuk menghitung waktu
  
   b.   Bahan
Bahan yang digunakan dalam melaksanakan praktikum ini adalah ikan Tongkol berukuran konsumsi.adapun kegunaan dari bahan tersebut dapat dilihat pada tabel 2 berikut:

Tabel.2 Kegunaan Bahan Pada Saat Praktikum
No
Bahan
Kegunaan
1
Ikan benih nila
Sebagaai Objek Pengamatan
2
Sunlight
Sebagai penguji benih

3.Metode Praktikum
            Metode praktikum adalah metode survei dengan mengamati dan mengenali langsung objek praktikum dengan mengikuti petunjuk yang terdapat di dalam buku penuntun praktikum. Kemudian dilakukan pengukuran  morfometrik dari objek.

4.      Prosedur Kerja

      Prosedur praktikum seksualitas ikan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1)    Mempersiapkan wadah,deterjen yang menggunakan dosis dan individu ikan yang       dijadikan hewan uji dan dimasukkan kedalam wadah.
2)   Mengamati pergerakan ikan sebelum dan menjelang kematian dan catat waktunya.
3)     memperhatikan ciri-ciri serta gfejala yang timbul atau muncul pada               permukaan tubuh ikan yang menjelang kematian.


HASIL DAN  PEMBAHASAN

A.      Hasil
  a.  Penghitungan Volum Air  
 Diketahui :
  Pakuarium = 30 cm
  Lakuarium = 20 cm
  Tair            = 13 cm
  Ditanya : Vair = ....??
  Jawab :
    Vair = P x L x T
           = 30 cm x 20 cm x 13 cm
           = 7800 cm3
         = 7800 : 1000
          = 7.8 L
b.       Penghitungan Dosis
Diketahui :
Vair               = 7,8 L
 Konsentrasi = 6 ml/ L
 Ditanya : Dosis = ........?
 Dosis = 7,8 L x 6 ml/L
 = 46,8 ml
 Jadi, dosis yang diberikan adalah 46.8 ml.
c.        Kondisi Ikan Sebelum dan Sesudah Dimasukkan Larutan Sunlight
  Kondisi ikan sebelum dan sesudah di masukkan larutan larutan sunlight dalam tabel berikut ini :
Tabel 3. Kondisi Ikan Sebelum dan Sesudah Dimasukkan Larutan Sunlight

No
Sebelum / Sesudah
Pergerakan Dan perlakuan ikan
     
1.
Sebelum ikan dimasukan sunlight
.
a.       Bergerak aktif dan lincah
b.      Bergerak (berenang) didasar perairan
c.       Mengisi disemua ruangan akuarium
d.      Tidak ada luka pada permukan tubuh
e.       Pergerakan normal
2.
Sesudah ikan dimasukan sunlight
      a. berada dipermukaan perairan
      b. tidak bergerak aktif
      c. sudah mulai lemas
      d. bergerak sudah tidak beraturan
      e. membentur dinding akuarium
      f. tida semua mengisi ruangan
      g. pernapasan tidak stabil
      h.keluar darah dari over colum
      i. bukaan overculum lambat

Tabel 4. Pengamatan sesudah dimasukkan larutan sunlight
No.
Waktu (menit)
Jumlah ikan yang mati (ekor)
1.
18.145
20
2.
18.495
40
3.
19.175
30
4.
19415
20
5.
110.155
40
6.
110.305
10
7.
111.205
30
8.
112.145
10


B.        Pembahasan
Dalam pengamatan praktikum kali ini yang saya teliti yang saya diamati adalah tentang mortalitas pada ikan  nila.dimana yang diamati tersebut gimana ikan nila didalam perairan jika terkena sunight atau deterjen tingkah laku yang saya amati pada saat ikan blom dimasukan sunlight kedalam akuarium tingkah laku ikan tersebut masih bergerak aktif,mengisi semua ruangan akuarium, tidak ada luka pada permukaan tubuh ikan, dan masih bergerak normal.
Pada saat ikan sudah dimasukkan sunlight pada perairan atau akuarium tingkah laku ikan tersebut menjadi berada dipermukaan air,tidak bergerak aktif, bergerak tidak beraturan, membentur kedinding, dan keluar darahdari overculom ikan tersebut.dari gejala atau tingkah laku tersebut menunjukkan bahikan tersebut stereskarena terkena racun dari sunlight tersebut.
Kematian yang dialami ikan tersebut paling lama berkisar 12 menit 14 detik.dan dalam waktu demikian ikan yang berjumlah 20 ekor didalam akuarium tersebut smuanya mengalami kematian akibat sunlight tersebut.dengan dosis yang yang diberikan adalah 46.8 ml.

                                                         PENUTUP
A.      Kesimpulan
         Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa Pada saat ikan sudah dimasukkan sunlight pada perairan atau akuarium tingkah laku ikan tersebut menjadi berada dipermukaan air,tidak bergerak aktif, bergerak tidak beraturan, membentur kedinding, dan keluar darahdari overculom ikan tersebut.dari gejala atau tingkah laku tersebut menunjukkan bahikan tersebut stereskarena terkena racun dari sunlight tersebut.
Kematian yang dialami ikan tersebut paling lama berkisar 12 menit 14 detik.dan dalam waktu demikian ikan yang berjumlah 20 ekor didalam akuarium tersebut smuanya mengalami kematian akibat sunlight tersebut.dengan dosis yang yang diberikan adalah 46.8 ml.

B.       Saran

Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi untuk itu kritik dan saranyang sifatnya memdukung sangat penulis harapkan .