Seorang pemuda ketahuan mencopet, lalu dia melarikan diri dari kejaran massa. Beruntung, karena ia berhasil bersembunyi ke sebuah rumah di tengah perkampungan kumuh. Di dalam rumah itu tinggal seorang nenek yang bekerja sebagai pemulung.

"Kenapa lu mencopet?" ujar si nenek pada si pemuda yang nafasnya masih terengah-engah.

"Abis gimana lagi, Nek. Zaman sekarang susah cari kerja. Padahal saya lagi butuh duit untuk menafkahi anak bini."

"Ya salah lu sendiri, kenapa cari kerja."

"Lho, cari kerja kok salah, Nek?"

"Bukan salah. Tapi harusnya lu tuh nyari duit, bukan nyari kerja."

"Lho, nyari kerja kan untuk nyari duit juga, Nek. Bedanya di mana?"

"Jelas beda, dong," ujar si Nenek sambil meraih sebuah karung yang berisi berbagai macam barang bekas, lalu ditunjukkannya pada si pemuda.

"Kalau cari kerja," ujar si nenek, "lu harus ngelamar sana sini dan belum tentu diterima. Tapi kalo lu cari duit, nih lihat! Semua yang di karung ini bisa jadi duit. Itulah bedanya cari kerja dan cari duit. Sekarang lu paham?"

* * *

Dialog di atas pernah saya dengar saat menonton sebuah sinetron, beberapa tahun lalu. Dialog yang sangat inspiratif.

Dan saya tiba-tiba teringat lagi pada dialog itu, ketika menemukan gambar terlampir dari status FB seorang teman.

Lalu saya pun share di sini, dengan harapan semoga bermanfaat bagi kita semua. Terutama karena saat ini banyak PHK di mana-mana, dan sulit mencari pekerjaan.

oc:Jonru